Friday, June 10, 2011

Stamp and Another Side of Me

Black Penny
Ict-Site --Tahu semua kan yang namanya perangko? Kalo belum, ke kantor pos dulu sana.hehe. Perangko pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 Mei 1840 di Britania Raya oleh Rowland Hill. Inilah yang kini dikenal sebagai reformasi pos. Sekedar info aja gan, sampai sekarang Britania Raya mendapat perlakuan khusus dalam bidang sunat-menyunat eh surat-menyurat alias pos. Apaan emang? Negara ini gan, satu-satunya negara yang tidak perlu mencantumkan nama negara di atas perangko.

Perangko pada hakekatnya adalah secarik kertas bergambar yang diterbitkan oleh pemerintah di Indonesia ya PT. Pos Indonesia yang pada bagian belakang umumnya dibuat kosong untuk ditambahkan perekat, sedang pada bagian depan tercantum harga dan gambar. Perangko ini digunakan sebagai bukti telah melakukan pembayaran untuk jasa layanan pos. Sekadar tambahan info lagi gan, perangko pertama di dunia yang diciptakan pada tahun 1840 diberi nama Penny Black. (src: Wikipedia dengan perubahan)

Filateli antara hobi dan sejarah
Sir Rowland Hill Stamp
Langsung gan, gak usah bertele-tele. Gue mau cerita sekelumit kisah kenapa dulu bisa suka ama yang namanya perangko. Dulu gan, waktu gue SD (Sekolah Dasar), iseng-iseng ane nyari buku di perpustakaan. Eh, tiba-tiba nemu gan buku judulnya kalo gak salah "Ramli dan Perangko". Gue langsung bawa pulang, ane baca-baca deh dirumah waktu itu kalo gak salah masih kelas 4 SD. Setelah gue baca-baca, gue nemuin beberapa tips, all about filateli dan sedikit gambar-gambar perangko jaman Orde lama dan orde baru.

Sebelum gue baca buku itu, gue udah suka sama perangko sejak kelas 2 SD. Keren kan? Jadi, lebih detilnya gue suka perangko sejak bapak ane kerja sebagai HRD Manager atau bagian Personalia yang pokoknya berhubungan dengan perekrutan pegawai atau karyawan baru. Nah, dulu email kan masih barang yang langka gan. Jadi setiap orang mau nglamar kerja, lamarannya dikirim via pos dan pasti ada perangkonya kan? Setiap ada penerimaan pegawai bapak selalu bawa lamaran itu ke rumah untuk dipelajari lagi di rumah. Iseng-iseng aja, setiap perangko yang ada di amplop berkas gue copotin satu-satu. Sekali dapet bisa setengah gelas. Mantap dah! Tapi sayang dulu ane belum mudeng banget sama yang namanya filateli jadi belum bisa memperlakukan perangko dengan baik dan benar. Dan yang paling penting, namanya masih kecil, gue belum bisa nyimpen tu barang. Jadinya sekarang ga tau tu kemana. :((

Cukup sejarah singkat hobi gue, gue baru sadar dan mulai mengoleksi perangko sejak umur atau kelas 6 SD sampai sekarang. Sampai sekarang seharusnya gue udah punya 30-40an koleksi perangko. Tapi, karena dulu gue nyimpen perangko bareng sama album foto dan waktu itu rumah ane kena BANJIR. fotonya sih bisa terselamatkan tapi perangkonya. Gak ada yang bisa diselametin! Kira-kira gue kehilangan sekitar 20an perangko. Sedih plus nyesek gan. Udah banjir, ketiban tangga peribahasanya.

Sejak itu mulai, gue menyusun kembali lembaran baru untuk mengoleksi perangko lagi. Dan, alhamdulillah sampai sekarang udah dapet 17 (kayaknya) perangko dari dalam negeri dan 20an kartu pos (postcard).

Sekarang nyari perangko susah gan! Apalagi sejak adanya revolusi di bidang teknologi dan informasi. Menjamurnya email, SocMed (Social Media) dan handphone. gue coba tanya ke bapak gue, masih ada nggak orang yang nglamar kerja kirim via pos. Udah bisa ditebak jawabannya, gak ada dan sekarang udah canggih kirim via email.Ini dia yang buat ane merasa tertantang untuk jalani hobi ini.

Oya sekedar info lagi ya gan, kemarin ane browsing di tokobagus.com ama FJBnya Kaskus harga sebuah perangko langka emisi tahun 40-50an ada yang sampai 5jutaan. GILA! Ada lagi satu album perangko langka ada yang sampai 30-40juta. Ini nyata gan!

Ada lagi, seorang filatelis mau beli sebuah perangko aja diperiksa satu persatu geriginya. Atau bahasa kerennya perforasi. Itu lho gan, gigi-gigi yang ada di tepi perangko. Ada filatelis yang sampai ga mau beli sebuah perangko mahal, hanya gara-gara gigi-giginya hilang satu alias cacat. Mantap kan gan?

Bagi gue, perangko itu :
- Miniatur sebuah lukisan atau gambar
- Melatih kesabaran untuk mencopot sebuah perangko dari amplopnya
- Koleksi barang antik
- Investasi jangka panjang
- Diliat gak bosen-bosen
- Semakin lama tahun emisi perangko semakin mahal
- Semakin sedikit yang dicetak semakin mahal
- Mengingatkan akan sejarah

Ya itulah beberapa pendapat gue tentang perangko. Bagi agan-agan yang mau ngasih perangkonya bisa menghubungi saya.hehe

No comments:

Post a Comment